• Jl. Tentara Pelajar 3A, Cimanggu Bogor
  • (0251) 8337975 (WA) +628111756776
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pengumuman
    • Infografis
    • Jurnal AgroBiogen
    • Buletin Plasma Nutfah
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Kontak
Thumb
11 dilihat       26 Mei 2026

Lewat Pernikahan, Masyarakat Suku Tobelo Jaga Kelestarian Tanaman Bete

Halua Bete adalah makanan/camilan berbahan pangan lokal bete (talas/keladi) dan gula aren yang diolah menjadi seperti wajik atau dodol. Makanan ini wajib ada dalam acara pernikahan suku Tobelo, Maluku Utara. Dalam konteks pernikahan Suku Tobelo, kehadiran Halua Bete membawa filosofi yang mendalam yaitu sebagai bentuk penghormatan (hantaran), simbol keharmonisan dan keeratan hubungan keluarga, dan ketahanan dalam menghadapi kehidupan. Sifat halua yang lengket dan manis menjadi doa agar hubungan kedua mempelai selalu rukun, erat, dan tidak mudah terpisahkan oleh badai rumah tangga.
 
Penggunaan bete sebagai bahan dasar makanan ini melambangkan harapan agar pasangan baru memiliki daya tahan (resiliensi) yang tinggi dalam mengarungi bahtera hidup bersama, karena tanaman bete dianggap tanaman pangan yang kuat karena dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah.
 
Saat ini pangan lokal seperti bete sering diberi stigma sebagai makanan kelas bawah, makanan yang dikonsumsi hanya saat masa krisis atau makanan orang sakit sehingga banyak generasi muda atau masyarakat merasa gengsi untuk mengonsumsi atau menyajikan bete dalam keseharian mereka. Putusnya regenerasi pengetahuan dalam mengolah pangan lokal juga menjadi alasan pangan lokal ini tidak dikenal oleh anak muda saat ini.
 
Penggunaan bete sebagai elemen sakral dalam pernikahan masyarakat Tobelo, sesungguhnya sedang menjalankan strategi pelestarian tanaman untuk ketahanan pangan yang visioner dan memperkenalkan pangan lokal kepada anak cucu. Setiap suapan halua bete di hari pernikahan adalah sebuah jaminan bahwa di masa depan, anak cucu kita masih bisa melihat tanaman ini tumbuh subur di tanah nusantara.
Prev Next

- BRMP Biogen


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Kunjungi BRMP Biogen, SAAS Tiongkok Jajaki Kolaborasi Penelitian Pertanian
    28 Jul 2026 - By BRMP Biogen
  • Thumb
    BRMP Biogen Gelar Sosialisasi  Target PM-AAS di 4 Kabupaten Provinsi NTT
    27 Jul 2026 - By BRMP Biogen
  • Thumb
    BRMP Biogen Kawal Percepatan LTT dan PM-AAS di NTT
    24 Jul 2026 - By BRMP Biogen
  • Thumb
    BRMP Biogen Perkuat Sinergi Pertanian Modern di Manggarai Timur
    24 Jul 2026 - By BRMP Biogen
  • Thumb
    BRMP Biogen Perkuat Konservasi Cengkeh dan Pala di Maluku Utara
    24 Jul 2026 - By BRMP Biogen

tags

BRMP Biogen CDCSUI

Kontak

(0251) 8337975 (WA) +628111756776
(0251) 8333975
[email protected]

Jl. Tentara Pelajar No.3A, RT.02/RW.7, Menteng, Kec. Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat 16111
Indonesia

website: https://biogen.brmp.pertanian.go.id

© 2023 - 2026 Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian. All Right Reserved